Adolescence (2025): 1x3
Episode 3
What’s your Reaction?
15%
15%
10%
50%
10%
Jamie meets with a psychologist. He’s reluctant to speak at first, but eventually he opens up about his complex feelings towards Katie.
Jamie meets with a psychologist. He’s reluctant to speak at first, but eventually he opens up about his complex feelings towards Katie.
wah..wah..
episode kali ini pecah sih, dari dialognya bisa kebongkar semua kenapa Jamie kaya gitu. Mulai dari gimana ayahnya, gimana kakeknya, banyak banget clue yg kalau kalian paham ttg psikologi bakalan pecah banget. Ah, speechless gua, parah keren banget
sub eps 3 ga ada min
pelajaran buat cewe2, klo nolak cowo jgn smpe ngejelek2in yaaa, krn kita gatau mereka bakal sedendam apa
selalu “pelajaran buat cewe2” bukan “didiklah anak laki-lakimu” series ini udah jelas pada dasarnya adalah surat untuk orang tua, edukasi anak laki-laki kamu gimana cara menghadapi penolakan tanpa bawa perasaan.
makanya series ini bagus dan ngasih banyak pelajaran ke kita, jangan sampe kasih panggung ke influencer misoginis kayak Andrew Tate yang bisa ngaruh ke pola pikir anak laki-laki. akibatnya buruk banget, terutama buat pola pikir dan perilaku anak muda. mereka bisa nyebarin pandangan yang ngerendahin perempuan, bikin stereotip negatif, dan malah ngebentuk toxic masculinity. Ini bisa ganggu hubungan sosial, bikin ekspektasi yang nggak realistis, bahkan nambahin kekerasan atau diskriminasi ke perempuan.
“he was in his room, we thought he was safe” untuk orang tua, didik dan awasi anak kalian. orang tua yang mikir anak-anak mereka aman, padahal bahaya justru ada di hp dan laptop mereka, dan nggak sadar apa yang mereka konsumsi.
terakhir untuk auhsduahduah kalau nonton harus paham sama apa yang di tonton.
Sok inggris lu
ga ngerti bahasa inggris ya 🙁
kampung
jamie jelas salah. dan landasan dia ngerasa sedikit lebih baik daripada yg dibunuhnya juga salah.
tapi ga dipungkiri juga, si cewe yg jadi korban salah karena memperdaya dan nge-bully jamie. kita gatau gimana kompleksnya perasaan orang lain. nolak emang ga salah, tapi mengolok-olok selanjutnya lah yg salah.
dan untuk urusan mental, emang susah untuk diatasi. jangankan orang lain, atau ortu ama anak, diri sendiri pun masih butuh bantuan yg bahkan ga sadar kalo butuh itu. so stay mindful and healthy everyone~
Setuju, walaupun topikinya lebih condong ke “incel” tapi semua ada sebab dan akibat. Karena jamie dibully dia jadi merasa maskulinnya rendah or fragile jdi butuh validasi dari yg “weaker” yaitu perempuan, distu sisi perempuan yg dia datengin “mungkin” yg juga ga respect sama laki2 (maybe krna foto2nya disebar), terlihat jga dia haus akan validasi, jdi jamie ngerasa kompleks muncul rasa “incel”, tpi dgn berlindung dgn kata “stidknya gw lbh baik dri yg lain krna ga nyentuh” itu buat dia ngrs lbh baik yg aslinya engga krna ngebunuh juga salah.
Intinya this series goes both ways, gaada yg benar, semua ada sebab akibat melalui sosial media, perkataan, influencer, dll
“tapi ga dipungkiri juga, si cewe yg jadi korban salah karena memperdaya dan nge-bully jamie”
poin nya bukan “siapa yang salah”
kalau poin nya siapa, jamie bukan bunuh katie aja harusnya. soalnya yang bully bukan cuma katie, teman-teman kelas dia juga di sekolah bully jamie.
poin nya di sini “kenapa dia lakuin itu” mirisnya series ini beneran kasih tunjuk keadaan sekarang tentang betapa lazimnya jenis kejahatan ini di zaman sekarang dan betapa mudahnya hal itu dinormalkan.
ini tentang bagaimana ryan menganggap biasa memberikan senjata kepada temannya hanya untuk menakut-nakutinya.
ini tentang jamie menganggap kejahatan yang dia lakuin biasa aja dan ngomong “aku bisa melakukan yang lebih buruk” pada usia 13 tahun.
Ini tentang anak-anak di sekolah yang tidak terpengaruh sama sekali atas kejadian pembunuhan, bahkan mereka meminta video kejadian itu dan nanya apakah ada video lainnya.
latar belakang tindakan kejahatan yang dianggap normal ini yang di highlight dalam series.
Udah nonton ni episode pun masih berpikiran gini hadehh